Template Lokomedia Premium

Aplikasi SIM UPPKH Kabupaten Sragen cetak form kontrol kroscek data dan data mandatory

Aplikasi SIM UPPKH Kabupaten Sragen cetak form kontrol kroscek data dan data mandatory 5 Nasrul Kurniawan Aplikasi SIM UPPKH Kabupaten Sragen cetak form kontrol kroscek data dan data mandatory
Sampai hari ini alhamdullilah sudah saya tambahkan satu lagi menu untuk aplikasi sim uppkh kabupaten sragen yang saya buat pertama kali kira kira 1,5 tahun dan cukup membantu saya dalam pekerjaan pembuatan kroscek bantuan, kroscek komponen pkh, kroscek art baik komponen pendidikan maupun komponen kesehatan, cetak form kontrol dan satu lagi kemarin saya tambahkan untuk liat data mandatory yang temen - temen pendamping pkh kabupaten sragen entri berupa file db9.mdb yang sudah di merger dari aplikasi uppkh pusat.

Untuk saat ini program saya buat masih dgn bahasa pemprograman php native language. Dan saya pengen migrasi ulang kode dgn framework laravel tapi baru tahap awal yaitu desain webnya. Supaya mudah dalam pengembangan baik fitur maupun alur kode program. Walaupun skrg udh ada fitur export data ke excel dan export data ke pdf atau print langsung.

Berikut dibawah ini screenshot dari beberapa tampilan web aplikasi sim uppkh kabupaten sragen.
Tampilan home sim uppkh kabupaten sragen
Tampilan home sim uppkh kabupaten sragen

Kroscek bantuan pkh di sim uppkh kabupaten sragen
Kroscek bantuan pkh di sim uppkh kabupaten sragen

Rekapitulasi art sim uppkh kabupaten sragen

Rekap data nominal bantuan untuk disinkron dengan pt pos kecamatan
Rekap data nominal bantuan untuk disinkron dengan pt pos kecamatan

Aplikasi cetak form kontrol uppkh kabupaten sragen
Aplikasi cetak form kontrol uppkh kabupaten sragen

Menampilkan data mandatory sim uppkh kabupaten sragen

Tempilan ketika di klik print untuk form kontrol
Form Kontrol PKH

Baca selanjutnya tentang Aplikasi SIM UPPKH Kabupaten Sragen cetak form kontrol kroscek data dan data mandatory ini

Cara install homestead Laravel di Windows 8.1

Cara install homestead Laravel di Windows 8.1 5 Nasrul Kurniawan Cara install homestead Laravel di Windows 8.1
Homestead-Cara install homestead Laravel di Windows 8.1
Jika Anda belum menggunakan Homestead, sebaiknya segera belajar menggunakannnya. Homestead merupakan package Vagrant yang akan memudahkan Anda membuat virtual machine untuk development aplikasi PHP. Dengan menggunakan homestead, Anda tidak perlu repot-repot mengurusi error karena ada extensi PHP yang belum aktif dan error karena masalah web server lainnya.

Cara install homestead Laravel di Windows 8.1
Cara install homestead Laravel di Windows 8.1

 Beberapa aplikasi yang sudah disediakan oleh Homestead :
  1. Ubuntu 14.04
  2. PHP 5.5
  3. Nginx
  4. MySQL
  5. Postgres
  6. Node (dengan Bower, Grunt, dan Gulp)
  7. Redis
  8. Memcached
  9. Beanstalkd
  10. Laravel Envoy
  11. Fabric + HipChat Extension

Untuk menggunakan homestead Anda perlu menginstall Virtual Box²² dan Vagrant²³. Silahkan diinstall dua aplikasi tersebut terlebih dahulu.

Selanjutnya ikuti langkah berikut :
1. Install vagrant box untuk homestead dengan perintah

C:\Users\Nasrul>vagrant box add laravel/homestead

Perintah ini akan mendowload box atau Virtual Machine ubuntu yang sudah terkonfigurasi dari Internet.
Tunggulah hingga prosesnya selesai.

==> box: Loading metadata for box 'laravel/homestead'
    box: URL: https://atlas.hashicorp.com/laravel/homestead
This box can work with multiple providers! The providers that it
can work with are listed below. Please review the list and choose
the provider you will be working with.

1) virtualbox
2) vmware_desktop

Enter your choice: 1
==> box: Adding box 'laravel/homestead' (v0.2.6) for provider: virtualbox
    box: Downloading: https://atlas.hashicorp.com/laravel/boxes/homestead/versio
ns/0.2.6/providers/virtualbox.box
2. Setelah berhasil mendownload box homestead, kini Anda perlu melakukan clone repository github dari homestead. Pastikan Anda sudah menginstall Git di komputer Anda. Jalankan perintah ini di folder yang Anda inginkan bisa di folder yang Anda inginkan.

C:\Users\Nasrul>git clone https://github.com/laravel/homestead.git Homestead

Agar kita dapat mengakses homestead dengan SSH, kita perlu memberitahu homestead lokasi file ssh
kita. Pada folder homestead yang baru di clone, buka file Homestead.yaml. Ubah isian authorize dan
keys dengan lokasi file id_rsa Anda. Biasanya settingan default sudah sesuai dengan lokasi id_rsa di
komputer kita. Homestead bekerja dengan cara memetakan folder di host OS dengan guest OS (virtual machine). Dengan pemetaan ini, kita dapat coding di host OS dan aplikasi kita tetap dijalankan dari guest OS.

Cek kembali file Homestead.yaml, terlihat ada isian folders dengan isian default map: ∼/Code dan to:
/home/vagrant/Code. Pada isian ini dijelaskan folder ∼/Code di host OS akan dipetakan ke folder /home/vagrant/Code di guest OS. Silahkan sesuaikan isian map dengan lokasi dimana Anda akan menempatkan project Laravel. Sedikit gambaran untuk pengguna Xamp, karena biasanya project web disimpan di folder C:\xampp\htdocs maka Anda cukup mengubah map : ∼/Code menjadi map: C:\xampp\htdocs.

  1. Ini bagian yang paling menarik. Setiap web yang berjalan dengan homestead, akan kita akses dengan URL yang kita inginkan. Cek kembali isian Homestead.yaml, terdapat isian sites dengan isian default map: homestead.app dan to /home/vagrant/Code/Laravel/public. Maksud dari isian ini adalah ketika di host OS kita mengakses http://homestead.app:8000 maka homestead akan melayani web dari folder /home/vagrant/Code/Laravel/public. Karena folder /home/vagrant/Code merupakan map dari ∼/Sites, maka URL ini sebenarnya mengambil file dari ∼/Sites/Laravel/public. Jadi, jika Anda membuat aplikasi Laravel di ∼/Sites/webapp dan ingin mengaksesnya dengan URL http://webapp.site:8000. Langkah yang Anda lakukan adalah menambahkan isian di sites ini. Dengan isian map: webapp.site dan to: /home/vagrant/Code/webapp/public.
  2. Agar URL yang kita buat di tahap 4 dapat diakses, kita perlu menambah isian host file. Di *nix Anda dapat mengubah nya di /etc/hosts, sedangkan di Windows ada di C:\windows\system32\drivers\etc\hosts. Tambahkan setiap hostname yang kita buat dan petakan ke 127.0.0.1. Misalnya: webapp.site 127.0.0.1

Terakhir, untuk menjalankan homestead, masuk ke folder homestead dan jalankan perintah:

C:\Users\Nasrul> vagrant up

Dengan homestead, Anda tidak akan direpotkan dengan konfigurasi sistem yang berbeda tiap anggota tim. Untuk mengetahui, password default dan konfigurasi lebih lanjut tentang homestead, kunjungi http://laravel.com,http://laravel.com/docs/4.2/homestead,http://laravel.com/docs/5.0/homestead

Baca selanjutnya tentang Cara install homestead Laravel di Windows 8.1 ini

Multiple upload dengan php

Multiple upload dengan php 5 Nasrul Kurniawan Multiple upload dengan php
Multiple upload dengan php
Multiple upload dengan php
Pertama buat form input file terlebih dahulu:
<table width="500" border="0" align="center" cellpadding="0" cellspacing="1" bgcolor="#CCCCCC">
<tr>
<form action="multiple_upload_ac.php" method="post" enctype="multipart/form-data" name="form1" id="form1">
<td>
<table width="100%" border="0" cellpadding="3" cellspacing="1" bgcolor="#FFFFFF">
<tr>
<td><strong>multiple Files Upload </strong></td>
</tr>
<tr>
<td>Select file
<input name="ufile[]" type="file" id="ufile[]" size="50" /></td>
</tr>
<tr>
<td>Select file
<input name="ufile[]" type="file" id="ufile[]" size="50" /></td>
</tr>
<tr>
<td>Select file
<input name="ufile[]" type="file" id="ufile[]" size="50" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><input type="submit" name="Submit" value="Upload" /></td>
</tr>
</table>
</td>
</form>
</tr>
</table>
Kemudian buat file action multiple_upload_ac.php dari form diatas:
############### Code

<?php

//set where you want to store files
//in this example we keep file in folder upload
//$_FILES['ufile']['name']; = upload file name
//for example upload file name cartoon.gif . $path will be upload/cartoon.gif

$path1= "upload/".$_FILES['ufile']['name'][0];
$path2= "upload/".$_FILES['ufile']['name'][1];
$path3= "upload/".$_FILES['ufile']['name'][2];


//$_FILES['ufile']['name'] = file name
//$_FILES['ufile']['size'] = file size
//$_FILES['ufile']['type'] = type of file
echo "File Name :".$_FILES['ufile']['name'][0]."<BR/>";
echo "File Size :".$_FILES['ufile']['size'][0]."<BR/>";
echo "File Type :".$_FILES['ufile']['type'][0]."<BR/>";
echo "<img src="$path1" width="150" height="150">";
echo "<P>";

echo "File Name :".$_FILES['ufile']['name'][1]."<BR/>";
echo "File Size :".$_FILES['ufile']['size'][1]."<BR/>";
echo "File Type :".$_FILES['ufile']['type'][1]."<BR/>";
echo "<img src="$path2" width="150" height="150">";
echo "<P>";

echo "File Name :".$_FILES['ufile']['name'][2]."<BR/>";
echo "File Size :".$_FILES['ufile']['size'][2]."<BR/>";
echo "File Type :".$_FILES['ufile']['type'][2]."<BR/>";
echo "<img src="$path3" width="150" height="150">";

///////////////////////////////////////////////////////

// Use this code to display the error or success.

$filesize1=$_FILES['ufile']['size'][0];
$filesize2=$_FILES['ufile']['size'][1];
$filesize3=$_FILES['ufile']['size'][2];

if($filesize1 && $filesize2 && $filesize3 != 0)
{
echo "We have recieved your files";
}

else {
echo "ERROR.....";
}

//////////////////////////////////////////////

// What files that have a problem? (if found)

if($filesize1==0) {
echo "There're something error in your first file";
echo "<BR />";
}

if($filesize2==0) {
echo "There're something error in your second file";
echo "<BR />";
}

if($filesize3==0) {
echo "There're something error in your third file";
echo "<BR />";
}
?>

Download Demo/Hasil jadi script diatas klik di sini https://t.co/UR8DIdfh3u

Baca selanjutnya tentang Multiple upload dengan php ini

Membuat upload file dengan nama direktori otomatis dengan php bagian 2

Membuat upload file dengan nama direktori otomatis dengan php bagian 2 5 Nasrul Kurniawan Membuat upload file dengan nama direktori otomatis dengan php bagian 2
Membuat upload file dengan nama direktori otomatis dengan php bagian 2
Membuat upload file dengan nama direktori otomatis dengan php bagian 2
Buat form html untuk upload dengan sample code dibawah ini:
<form action="action.php" method="post" enctype="multipart/form-data">
Pilih File Anda:
<input type="file" name="myfile" />
<input name="MAX_FILE_SIZE" type="hidden" id="MAX_FILE_SIZE" size="30000" />
<input type="submit" value="Upload" />
</form>

kemudian buat file action dengan nama action.php
<?php
    $uploadDir = "Proposals/";
    // Apabila ada file yang di-upload
    if(is_uploaded_file($_FILES['myfile']['tmp_name'])){
        $uploadFile = $_FILES['myfile'];

        // Extract nama file
        $extractFile = pathinfo($uploadFile['name']);
        $size = $_FILES['myfile']['size']; //untuk mengetahui ukuran file
        $tipe = $_FILES['myfile']['type'];// untuk mengetahui tipe file

        //Dibawah ini adalah untuk mengatur format gambar yang dapat di uplada ke server.
        //Anda bisa tambahakan jika ingin memasukan format yang lain tergantung kebutuhan anda.

        $exts =array('image/jpg','image/jpeg','image/pjpeg','image/png','image/x-png');
        if(!in_array(($tipe),$exts)){
            echo 'Format file yang di izinkan hanya JPEG dan PNG';
            exit;
        }
        // dibawah ini script untuk mengatur ukuran file yang dapat di upload ke server
        if(($size !=0)&&($size>900000)){
            exit('Ukuran gambar terlalu besar?');
        }
    }

    $extractFile2 = substr($_FILES["myfile"]["name"], 0, strrpos($_FILES["myfile"]["name"], "."));

    // Create directory if it does not exist
    if (!file_exists($uploadDir.$extractFile2)) {
          mkdir($uploadDir.$extractFile2,0755);
    }

    $sameName = 0; // Menyimpan banyaknya file dengan nama yang sama dengan file yg diupload
    $handle = opendir($uploadDir.$extractFile2);
    while(false !== ($file = readdir($handle))){ // Looping isi file pada directory tujuan
        // Apabila ada file dengan awalan yg sama dengan nama file di uplaod
        if(strpos($file,$extractFile['filename']) !== false)
        $sameName++; // Tambah data file yang sama
    }

    /* Apabila tidak ada file yang sama ($sameName masih '0') maka nama file pakai
    * nama ketika diupload, jika $sameName > 0 maka pakai format "namafile($sameName).ext */
    $newName = empty($sameName) ? $uploadFile['name'] : $extractFile['filename'].'('.$sameName.').'.$extractFile['extension'];

    if(move_uploaded_file($uploadFile['tmp_name'],$uploadDir.$extractFile2.'/'.$newName)){
        echo 'File berhasil diupload dengan nama: '.$newName;
        echo "<br>";
        echo $uploadDir.$extractFile2.'/'.$newName;
    }
    else{
        echo 'File gagal diupload';
    }
?>

Cara kerja:
1. Form upload mengambil nama file gambar
2. file gambar di upload dan secara otomatis akan membuat direktori dengan nama file.
3. ketika file yang sama di upload akan otomatis berubah ditambahkan angka diatasnya begitu seterusnya.
contohnya :
File berhasil diupload dengan nama: hardo soloplast logo(3).jpg
Proposals/hardo soloplast logo/hardo soloplast logo(3).jpg


Download Demo/Hasil jadi script diatas klik di sini https://t.co/UR8DIdfh3u

Baca selanjutnya tentang Membuat upload file dengan nama direktori otomatis dengan php bagian 2 ini

Membuat Folder Baru Otomatis dengan PHP

Membuat Folder Baru Otomatis dengan PHP 5 Nasrul Kurniawan Membuat Folder Baru Otomatis dengan PHP
Membuat Folder Baru Otomatis dengan PHP
Membuat Folder Baru Otomatis dengan PHP
Hey ya guys!
sorry for absent soooo loooong. I was busy with other activity. hehehe… don’t mention it.
Belakangan ini saya mengutak-atik CMS Lokomedia-nya Lukmanul Hakim. Lokomedia jadul (yang baru pertama kali terbit) sama yang JQuery versi 1.4.6. Bisa didownload di sini.
Kasusnya, user ingin menyimpan file-filenya di direktori yang bernama kategori filenya.
Jadi, setiap membuat kategori baru akan terbuat folder dengan nama kategori tersebut. Selanjutnya jika meng-upload file akan tersimpan di folder yang bernama kategori filenya. Got it? Let’s do it.
Kode ini digunakan pada lokomedia yang pertama kali release.
Anggap aja formnya sudah jadi. Nama modulnya adalah kategori dan file.
Pertama-tama buat dulu aksi input kategori (aksi.php), kemudian ciptakan folder baru dengan nama kategorinya :
elseif ($module=='kategori' AND $act=='input'){
mysql_query("INSERT INTO kategori_dokumen(id, kategori)
VALUES('$_POST[id]', '$_POST[kategori]')");
mkdir("file/$_POST[kategori]",0700);
header('location:media.php?module='.$module);
}
Lalu pada aksi input modul file:
//INPUT FILE (aksi.php)
elseif ($module=='dokumen' AND $act=='input'){
$lokasi_file = $_FILES['fupload']['tmp_name'];
$nama_file = $_FILES['fupload']['name'];
$ukuran_file = $_FILES['fupload']['size'];
function UploadFile($fupload_name){
//direktori file
$vdir_upload = "file/$_POST[kategori]/";
$vfile_upload = $vdir_upload . $fupload_name;
//Simpan file

move_uploaded_file($_FILES["fupload"]["tmp_name"], $vfile_upload);
}

UploadFile($nama_file);
mysql_query("INSERT INTO file( file, kategori, ukuran, username)
VALUES('$file',
'$_POST[kategori]',
'$ukuran_file',
'$_SESSION[namauser]')");
header('location:media.php?module='.$module);
}
Function upload file itu dari Lokomedia JQuery. Sumber disini

Download Demo/Hasil jadi script diatas klik di sini https://t.co/UR8DIdfh3u

Baca selanjutnya tentang Membuat Folder Baru Otomatis dengan PHP ini

Instagram

Mediatutorial.web.id