Saya sendiri heran dan bertanya tanya kenapa pada tanggal keliharian nabi Muhammad SAW tidak sedikit umat muslim (Islam) memperingati dengan sekaten dan ikut berbaur di dalamnya. Walaupun ada jg yg mengadakan pengajian. Bukanya di dalam agama islam tidak di contohkan hal hal seperti ini dan bahkan acara ini di gelar secara rutin tiap tahunya. hal semacam ini bukannya termasuk peringatan acara yg bisa di bilang klau anak muda sekarang dan banyak kalangan menyebutnya hari ulang tahun "Ultah" di dalam ajaran agama islam tidak di contohkan pula oleh rosul . Entah apa pendapat pembaca blog saya ini. Saya hanya ingin berbagi hasil kaji pada hari rabu 23 Februari 2010 sebenarnya kita mengingat nabi itu tidak hanya saat kelahirannya saja. tapi setiap saat dan keadaan. Dan momen kehaliran nabi tidak hanya mengingat beliau di lahirkan di mana, ayahnya siapa, beliau yatim piatu sejak kecil dan ect. tp ingat untuk apa beliau ini di utus. Ini yang ingin saya sampaikan lewat tulisan ini bahwa nabi SAW di utus di muka bumi ini antara laen untuk :
- Menyempurnakan aklak mulia & budi pekerti.
- Menegakkan kalimah Allah. (Surat An Nahl Ayat 36 no Surat 16 & Surat Ar Ra`ad ayat 30 no Surat 13).
- Membacakan / Menyampaikan Ayat - Ayat Al Qur`an (Surat Ar Ra`ad Ayat 30 no Surat 13 & Surat Ath Thalaq ayat 11 no Surat 65).
- Rasullah di utus untuk ditaati dengan ijin Allah (Surat An Nisa' ayat 64 no Surat 4 & Surat An Nisa' ayat 30 no Surat 4).
- Nabi sebagai standar atau indikator tolak ukur kecintaan kita kepada Allah (Surat Ali Imran ayat 31 no Surat 3).
- Suritauladan yang baik (Surat Al Ahzab ayat 21 no Surat 33) dan satu ayat lagi untuk direnungkan dan dipahami (Surat At Taubah ayat 128 no Surat 9).

Comments :
Post a Comment